Piagam Mukatamar Ulama

19 Aug 2009

Allah SW. berfirman:
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hmaba-Nya hanyalah ulama.
(TQS. Al-Fatir [35]:28)
dan Rosulullah bersabda:
Para ulama adalah pewaris para nabi.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Darda)
Kami para ulama dri berbagai negeri Muslim yang berpartisipasi dalam Muktamar Ulama di Indonesia, menyatakan hal-hal berikut:

1. Bahwa Khilafah adalah kewajiban yang agung dan berjuang menegakkannya kembali adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Kewajiban ini begitu penting, sehingga para sahabat Nabi SAW telah sepakat untuk mendahulukan upaya mengakkan Khilafah daripada memakamkan jenazah Rosulullah SAW, sekalipun mereka memahami bahwa memakamkan jenazah juga menjadi kewajiban bagi mereka. Tindakan para sahabat Nabi SAW ini menunjukkan arti pentingnya perjuangan untuk menegakkan Khilafah sebagai sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan.
Selain itu, Rosulullah SAW juga menggambarkan, bahwa kematian seseorang yang tidak memiliki baiat kepada seorang Khalifah, apabila dia ada, atau tidak berjuang menegakkan Khilafah, jika Khilafah tidak ada, laksana mati jahiliyah. Rosulullah SAW bersabda:
Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah di Hari Kiamat kelak tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang mati sedangkan di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah.
(HR. Imam Muslim dari Abdullah bin Umar ra.)
Sedangkan baiat dalam pengertian syarI adalah baiat kepada seorang Khalifah.
Disamping itu, tugas-tugas penting dalam Islam seperti menegakkan Hudud, menerapkan Syariah, memobilisasi pasukan, menyebarkanluaskan dakwah Islam, membebaskan negeri-negeri kufur (futuhat) dan sebagainya membutuhkan keberadaan seorang Imam. Rosulullah SAW bersabda:
Dan sesungguhnya seorang Imam adalah laksana perisai, orang-orang berperang dibelakangnya, da berlindung kepdanya.
(Muttafaqun alaihi)
2. Kami sangat menghargai kerja keras dan perjuangan tak kenal lelah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah. Kami memberikan dukungan dan bantuan terhadap perjuangan tersebut, dan para ulama seharusnya berada di garda terdepan dalam perjuangan ini, insya Allah.
3. Dengan ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum Islam yang dikaruniakan Allah SWT. kami akan berusaha mendekati para pemilik kekuatan (ahl al- quwwah) di negeri-negeri Muslim untuk memberikan dukungan (nusrah) kpada para pejuang Khilafah. Semoga Allah SWT. memuliakan mereka dengan barakah-Nya, sebagaimana Dia memuliakan kaum Anshar di Madinah.
4. Mukatamar Ulama dengan ini mengingatkan dan menyampaikan kabar gembira:
Mengingatkan orang-orang kafir yang telah merampas dan menjajah negeri-negeri kami, serta para agen-agennya dari kalangan para penguasa diktaktor, bahwa kaum Muslim akan mengingat berbagai kejahatan yang pernah mereka lakukan terhadap Islam dan kaum Muslim. Kami juga mengingatkan mereka, bahwa jika Khilafah berhasil ditegakkan dengan izin Allah, maka mereka akan mendapatkan sanksi sebagaimana yang ditentukan syariah Islam. Allah adalah Dzat Yang Maha Penolong.
Memberikan kabar gembira kepada kaum Muslim, bahwa fajar kebangkitan Khilafah akan segera menyingsing. Saatnya telah tiba dan janj Allah akan segera terwujud.
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.
(TQS. An-Nuur [24]:55)
Saat itulah terwujud kabar gembira dari Rosulullah SAW dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad:
Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian.
(HR. Ahmad)
Dan pada hari (kemenangan) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dikehendaki. Dan Dia-lah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
(TQS. Ar-Rum [30]:4-5)

Jakarta, 21 Juli 2009 M / 28 Rajab 1430 H
28 Rajab 1430 H
21 Juli 2009


TAGS


-

Author

Follow Me