Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan !

14 Aug 2009

By:
( Spiritual Motivator N. Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Sobat, sebentar lagi kita kedatangan bulan suci Ramadhan suatu bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh rahmat dan maghfirah bagi kita umat Islam. Maka sudah sewajarnya kita harus menyambutnya dengan penuh gembira dan antusias serta hanya mencari ridho Allah semata. Bukan malah mengatakan, waduh poso maneh rek! sehingga kesannya malah tidak senang akan datangnya bulan ramadhan padahal bulan ramadhan yang di dalamnya ada malam lailatul qadar adalah kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal kebajikan karena setiap amal kebajikan akan dilipatgandakan pahalanya. Setidaknya sobat, ada enam langkah menjadikan Ramadhan kita lebih hidup dan bermakna :
1. Bersiap sambut Ramadhan.
2. Luruskan niat dan bulatkan tekad
3. Susun Program Kegiatan keluarga selama bulan ramadhan
4. Ciptakan hari-hari yang menyenangkan selama Ramadhan
5. Hidupkan sunnah-sunnahnya.
6. Tinggalkan pantangannya.

Sobat, waspadalah terhadap penghalang untuk menggapai keberhasilan ibadah di bulan ramadhan diantaranya adalah:
1. Tidak mempersiapkan diri dengan baik.
2. Sibuk dengan aktivitas duniawi.
3. Bermalas-malasan
4. Berlebih-lebihan dalam menyiapkan hidangan makan dan minum.

Amalan-amalan harian yang bisa kita lakukan selama bulan ramadhan selain puasa ramadhan adalah sbb :
Sahur
Bersedekah
Tilawah Al-Quran
Mengikuti kajian Keislaman
Sholat 5 waktu berjamaah
Mengerjakan sholat rawatib
Menjaga lisan
Mengerjakan sholat tarawih

Amalan utama di bulan ramadhan tentunya adalah puasa ramadhan sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (TQS. Al-baqarah 183 )

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, artinya: “Setiap amal baik manusia akan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.” Allah Ta’ala berfirman: “(Kecuali puasa), amal ibadah ini khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Karena ia telah meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena Aku.” Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika menemui Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Berikutnya adalah Qiamullail ( Sholat malam ).

Ia merupakan tradisi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat. Dalam sebuah riwayat, Nabi pernah bersabda: “Barang siapa shalat malam dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR.Al Bukhari dan Muslim). Aisyah Radhiallaahu ‘anha pernah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan shalat malam, dan jika sakit atau kelelahan beliau shalat dengan duduk. Qiyamullail (tarawih) di bulan Ramadhan ini sebaiknya dilakukan dengan berjamaah agar tercatat sebagai orang yang melakukan qiyamullail (secara sempurna), sebagaimana disebutkan dalam hadits, artinya: “Barang siapa yang mendirikan shalat malam bersama dengan imam sampai selesai maka dicatat baginya shalat satu malam.” (HR penulis As-Sunan)

Bersedekah.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan, terutama sekali pada bulan Ramadhan. Beliau pernah bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR At Tirmidzi). Bentuk sedekah dibulan suci ini ialah dengan memberi makan kepada saudara kita sesama muslim terutama sekali kepada para fakir miskin dan lebih khusus bagi mereka yang taat dalam beragama. Disebutkan bahwa Abdullah Ibnu Umar Radhiallaahuma ‘anhu tidak berbuka kecuali bersama anak-anak yatim dan fakir miskin. Cara lain bersedekah di bulan Ramadhan ialah dengan memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa secara umum, mengundang mereka berbuka bersama dan lain sebagainya.

Bersungguh-sungguh dalam membaca Al-quran

Dalam hal ini ada dua poin pokok yaitu:
a. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an
Supaya lebih cepat atau lebih banyak dalam menghatamkannya, namun tetap harus memperhatikan kaidah bacaan yang benar. Memperbanyak bacaan Al Qur’an ketika bulan Ramadhan merupa-kan amalan Rasulullah, shahabat dan para Imam kaum muslimin.
b. Menangis ketika membaca Al- Qur’an
Hal ini dapat tercapai dengan cara benar-benar meresapi, merenungkan dan memahami makna dari ayat-ayat yang kita baca sehingga akhirnya tenggelam dalam pengaruh keagungan Al-Qur’an yang menggetarkan hati. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mengomentari para ahli shuffah (kaum Muhajirin yang tinggal di Masjid Nabawi) yang menangis karena mendengarkan Al-Qur’an surat An Najm 59-60, beliau bersabda, artinya: “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah.” (HR Al Baihaqi).

Duduk di masjid hingga terbit matahari

Rasulullah bersabda, artinya: “Barangsiapa shalat fajar dengan ber-jama’ah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari, kemudian shalat dua raka’at baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani). Pahala sebesar ini adalah pada hari-hari biasa, maka bagaimana halnya jika itu dilakukan dalam bulan Ramadhan?

I’tikaf (Berdiam di Masjid dalam rangka ibadah)

I’tikaf merupakan ibadah yang merangkum berbagai macam ketaatan seperti membaca Al Qur’an, shalat, dzikir, doa dan lain sebagainya. Ibadah ini sangat ditekankan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan untuk mendapat lailatul qadar. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukan i’tikaf pada setiap sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan pada tahun kewafatannya beliau beri’tikaf duapuluh hari. (Al Bukhari)

Umrah di bulan Ramadhan

Tentang umrah dibulan ini Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, artinya: “Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji.” dalam riwayat lain, “menyamai (pahala) haji bersamaku.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar

Di antara waktu-waktu yang mus-tajab untuk dikabulkannya doa adalah:
Ketika berbuka, sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia dan berfirman, artinya: “Siapa yang memohon akan Aku beri dan siapa yang minta ampun niscaya akan Aku ampuni.” Dan beristighfar di waktu sahur, hari Jum’at terutama di akhir siang-nya (menjelang Ashar).

Berusaha meraih lailatul Qadar

Keutamaan malam ini sungguh amatlah besar, sebagaimana difirman-kan oleh Allah dalam surat Al Qadr, artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al Qadr 1-3) Nabi juga berusaha untuk mendapatkan lailatul qadar dan memerintahkan para shahabat dan keluarga-nya agar berusaha meraih malam itu.
Demikian sobat, tulisan singkat tentang amalan dan ibadah selama bulan ramadhan. Semoga kita di beri kesempatan oleh Allah mendapati bulan ramadhan yang penuh berkah ini dan menjadikan ramadhan kita lebih hidup dan bermakna. Amin


TAGS


-

Author

Follow Me